Pages

Kamis, Mei 06, 2010

Meteor jatuh di Duren Sawit


Meteor jatuh di Duren Sawit. Menurut Thomas Djamaluddin,pakar Astronomi dari lembaga antariksa dan penerbangan nasional(LAPAN),meteor yang jatuh di Duren Sawit,jalan Delima VI gang 2,Jakarta Timur,Jum'at 30 April 2010 tidak terkait dengan fenomena hujan meteor.
Thomas Djamaluddin mengatakan,"Hujan meteor berbeda dengan meteorit yang jatuh.Hujan meteor itu seperti pasir".
Meteorit yang jatuh di Duren Sawit ini merupakan kejadian langka,karena meteorit itu jatuh menimpa serta menghancurkan rumah penduduk.Meteor itu jatuh dan menimpa rumah Sudarmojo,akibatnya rumah rumah di sekitarnyapun ikut rusak.Diperkirakan meteor yang jatuh itu berdiameter sekitar 30x30 centimeter.
Dalam sejarah dunia mencatat,bahwa ada ledakan meteor yang sengat dahsyat pernah terjadi sekitar lebih dari 100 tahun yang lalu.
Diantaranya adalah di sekitar sungai Tunguska,Siberia Tengah,Rusia,tepatnya pada tanggal 30 Juni 1908 sekitar pukul 07.17 pagi,telah terjadi ledakan yang sangat kuat akibat jatuhnya meteor berdiameter sekitar 30 meter,ledakan mencapai 1000 kali lebih kuat dari ledakan bom atom,yang membakar 80 juta batang pohon,dan menimbulkan gempa sekitar 5,0 skalarichter(SR),serta menimbulkan gelombang panas yang membentang sejauh 40 kilometer.

1 komentar: